Saya mulai mengenal nama Thomas Hobbes saat duduk di bangku SMP Kelas II. Saat itu guru sejarah sedang membahas perang, dan di dalam buku pelajaran tersebut disebutkan Leviathan, buku yang ada di hadapan Anda saat ini. Dalam buku sejarah itu dikutip ungkapan Hobbes yang sangat terkenal: Homo homini lupus dan bellum omnium contra omnes.
Konon, kutipan tersebut berasal dari Leviathan, padahal tidak sepenuhnya demikian. Di dalam Leviathan kita hanya menemukan gagasan tentang “perang antara manusia dengan manusia lainnya” yang dibahas secara sistematis pada Bab XIII.
Beberapa tahun kemudian, Hobbes menerjemahkan karyanya ini ke dalam bahasa Latin. Dari sanalah frasa bellum omnium contra omnes menjadi begitu populer dan ikonik, sering digemakan setiap kali manusia ingin menggambarkan keserakahan, kekerasan, dan kecenderungan manusia untuk menindas sesamanya.
Adapun ungkapan homo homini lupus memang benar ditulis oleh Hobbes, tetapi bukan di dalam Leviathan, melainkan dalam karya lain berjudul De Cive, yang pada mulanya juga beredar dalam bentuk korespondensi intelektual.

Konon, kutipan tersebut berasal dari Leviathan, padahal tidak sepenuhnya demikian. Di dalam Leviathan kita hanya menemukan gagasan tentang “perang antara manusia dengan manusia lainnya” yang dibahas secara sistematis pada Bab XIII.
Beberapa tahun kemudian, Hobbes menerjemahkan karyanya ini ke dalam bahasa Latin. Dari sanalah frasa bellum omnium contra omnes menjadi begitu populer dan ikonik, sering digemakan setiap kali manusia ingin menggambarkan keserakahan, kekerasan, dan kecenderungan manusia untuk menindas sesamanya.
Adapun ungkapan homo homini lupus memang benar ditulis oleh Hobbes, tetapi bukan di dalam Leviathan, melainkan dalam karya lain berjudul De Cive, yang pada mulanya juga beredar dalam bentuk korespondensi intelektual.
Posting Komentar untuk "Buku Leviathan"