Salah Alamat Makan Siang

Usaha kuliner di era ketika manusia telah menempati piramida tertinggi dalam rantai makanan dapat dikatakan sebagai jenis bisnis yang menjanjikan. Hal ini tentu memiliki syarat, yakni dikelola secara serius plus dukungan modal yang memadai. 

Sepanjang Jalan A. Yani Kota Sukabumi, kita dapat menjumpai berbagai toko, kios, dan lapak kuliner. Bahkan, trotoar jalan raya ini dalam setahun terakhir dimanfaatkan oleh para pedagang cuankie untuk menjajakan dagangannya.

Toko kuliner yang menyajikan makanan khas daerah, terutama Sunda, juga semakin meramaikan usaha ini. Hampir setiap hari, misalnya, Rumah Makan Alam Sunda selalu dipadati pengunjung. 

Omzet yang masuk dalam satu hari bisa mencapai ratusan juta, mengingat rumah makan ini menyajikan makanan tradisional dengan sentuhan pelayanan modern.

Rumah makan khas Sunda ini sudah ramai sejak pukul 09.00 WIB, dan akan semakin padat saat jam makan siang hingga sore. Pengunjung rata-rata berasal dari komunitas dan keluarga yang sengaja menikmati waktu bersama di luar rumah. 

Mereka datang dari berbagai wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Seperti hari ini, Senin (4/5), kami dari Dokumentasi Pimpinan berencana merayakan ulang tahun salah seorang rekan dengan makan siang bersama di Alam Sunda.

Bagi saya pribadi, direncanakan atau tidak, makan siang adalah anugerah tersendiri, apalagi jika gratis. Tanpa melakukan konfirmasi lebih lanjut mengenai lokasi yang pasti, saya langsung menuju Rumah Makan Alam Sunda di pusat kota, Jalan A. Yani. Padahal, terdapat dua lokasi Alam Sunda di jalan tersebut. Saya pun hanya memilih yang paling ramai.

Namun, hampir setengah jam menunggu, rekan-rekan belum juga datang. Tak lama kemudian, Kang Desol yang berulang tahun datang dan langsung mengajak saya masuk. Tanpa konfirmasi ke grup, kami dengan percaya diri memilih lauk setengah matang untuk digoreng.

Ternyata, lokasi yang disepakati rekan-rekan adalah Alam Sunda yang berada di sebelah timur Jalan A. Yani. Akhirnya, makanan yang sudah matang kami bungkus dan dibawa ke lokasi yang benar. Meskipun jalanan cukup padat, kami tetap sampai, meski sebagian teman sudah hampir selesai makan.

Peristiwa sederhana ini mengajarkan bahwa koordinasi, sekecil apa pun, sangat penting. Bukan hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam hal sederhana seperti menentukan tempat makan. Koordinasi menjadi salah satu ciri utama manusia sebagai makhluk sosial yang mampu bertahan dan berkembang.

Berbeda dengan manusia, makhluk lain seperti gurita memang memiliki kecerdasan tinggi, tetapi tidak memiliki kemampuan koordinasi yang kompleks. Tidak ada gurita yang membangun koordinasi untuk melakukan serangan kepada ikan paus.

Manusia mampu membangun kerja sama, strategi, dan komunikasi yang terstruktur, sehingga dapat bertahan dan mendominasi dalam skala besar.

Pada akhirnya, koordinasi adalah kunci keberlangsungan. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam skala yang lebih luas, kemampuan ini menjadikan manusia mampu menjaga eksistensinya, meskipun di antara manusia sendiri masih terdapat konflik dan perbedaan.

Posting Komentar untuk "Salah Alamat Makan Siang"